Digital Audio Realtek

Click this picture to read.

Best HD Audio

Click this picture to read.

Interconnected Networking

Click this picture to read.

Electronic Cable

Click this picture to read.

Best Audio Peformance

Click this picture to read.

Showing posts with label Electronic. Show all posts
Showing posts with label Electronic. Show all posts

Saturday, September 14, 2013

AVO (Alat ukur elektronika)


Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menyebut alat ini, ada yang menyebut Avometer karena merujuk kegunaanya dari satuan yang digunakan Ampere, Volt dan Ohm. Multimeter dari kata Multi (banyak) dan Meter (dikonotasikan sebagai alat ukur). Multitester dari kata Multi (banyak) dan tester (alat untuk menguji).







Sebelum kita menggunakanya alangkah baiknya bila kita mengenal panel, terminal, dan fasilitas yang dimiliki alat ukur elktronika ini.



I.     BATAS UKUR (BU) pada Multimeter seperti berikut ini.
Batas Ukur merupakan Nilai maksimal yang bisa diukur oleh multimeter



1.  Paling kiri atas merupakan blok selektor DC Volt. Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan DC. Perlu diingat Ini merupakan Batas Ukur (BU) yang harus kita perhatikan saat akan melakukan pengukuran. Bila diketahui perkiraan nilai tegangan yang akan diukur maka Batas Ukur yang harus dipilih harus berada diatas nilai perkiraan tersebut. Sebagai contoh bila kita akan mengukur tegangan pada suatu rangkaian yang memiliki nilai tertera pada PCB tersebut 9 volt DC maka kita boleh menggunakan batas ukur 10 volt DC.
2.  Paling kiri atas merupakan blok selektor AC Volt. Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan AC. Demikian juga untuk pengukuran teganganAC Batas Ukur yang harus dipilih harus berada diatas nilai perkiraan tersebut tegangan AC tersebut. Contoh Bila akan mengukur tegangan Jala-jala PLN seperti kita ketahui nilai tegangan PLN berkisar antara 220 Volt AC maka harus dipilih batas ukur 250 volt AC.
3.  Bawah kanan tertulis satuan Ohm untuk mengukur resistansi, ini tidak terlalu kritik atau beresiko bila salah memilih selektor. Hanya akan berpengaruh pada ketelitian dan cara kita menghitung nilai resistansi terukur.
4.  Kiri bawah tertulis DC mA yang digunakan untuk mengukur Arus DC. Arus yang terukur maksimal 250 milli Ampere DC. penggunaan batasn ukur harus diatas nilai arus perkiraan yang ada pada rangkaian.
5.  Bila tidak diketahui perkiraan nilai tegangan gunakan batas ukur yang paling besar (bisa 1000 VoltDC atau 1000 VoltAC). Demikian juga untuk arus DC gunakan skala batas ukur tertinggi. Yang paling penting pada pengukuran arus dan tegangan DC polaritas colokan (probe) jangan terbalik. Kutup (-) terhubung colokan hitam dan (+) terhubung colokan merah.
6. Bila dalam pengukuran terjadi kesalahan batas ukur ataupun polaritas colokan terbalik sebaiknya cepat-cepat kita tarik colokan dari titik ukur yang kita lakukan. Hal ini pada multimeter analog beresiko terhadap rusaknya alat ukur kita meskipun dalam multimeter terdapat sekring pengaman.

  II.     SKALA MAKSIMUM
Skala Maksimum (SM) merupakan batas nilai tertinggi pada panel meter.


1.  Pada Skala Maksimum paling atas merupakan skala yang dibaca saat mengukur resistansi. Perlu diingat bahwa penunjukan jarum pada simpangan paling ujung kanan merupakan nilai resistansi paling kecil. Sedang pada simpangan paling kiri untuk atau jarum (bergerak sedikit) mengindikasikan nilai resistansi paling besar. Karena nilai skala resistansi (ohm) paling kiri memiliki angka paling besar, sedangkan paling kanan nilainya nol.
2.   Pada gambar di bawah ini diperjelas untuk Skala Maksimum pengukuran arus, tegangan AC ataupun DC.


Pada gambar diatas ada tiga nilai yang umumnya dipakai pada multimeter analog yaitu skala maksimum 10, 50, dan 250.

III.     MENGUKUR RESISTANSI
1.   Letakan selektor atau batas ukur (BU) resistansi yang paling sesuai. Pilih batas ukur resistansi sehingga mendekati tengah skala. Sebagai contoh: dengan skala yang ditunjukkan dibawah dengan resistansi sekitar 50kohm pilih × 1kohm range.
2.  Hubungkan kedua ujung probe (colokan) jadi satu. Bila jarum belum bisa menunjuk skala pada titik nol putar ohm ADJ sampai jarum menunjukan nol (ingat skala 0 bagian kanan!). jika tidak dapat diatur ke titik nol maka batteray didalam meter perlu diganti.


3.  Cara menghitung nilai resistansi yang terukur :


R = BU x JP
R = resistansi yang terukur (ohm)
BU = Batas Ukur yang digunakan
JP = Penunjukan Jarum pada skala

sehingga pada contoh diatas dapat kita hitung resistansi yang terukur memiliki nilai :
BU = x 1K
JP = menunjuk pada angka 50 ohm
terhitung :
R = 1K x 50
R = 50K ohm

Keselamatan kerja
1.  Dalam menggunakan multimeter sebagai pengukur tegangan kita harus memperhatikan manual book masing masing multimeter, yang dapat diringkas sebagai berikut : Pasanglah probe sesuai dengan kedudukannya. Probe berwarna merah dicolokkan pada terminal (+), dan probe berwarna hitam dicolokkan pada terminal com (-). Ada beberapa multimeter yang memiliki probe include dengan multimeternya sehingga tidak perlu susah-susah memasang. Jenis tegangan. Sebelum melakukan pengukuran kita harus mengetahui jenis tegangan apa yang akan kita ukur, apakah tegangan AC (alternating current) atau tegangan DC (direct current).
2.   Dengan mengetahui jenis tegangannya kita dapat menentukan penempatan selector pada bagian AC atau DC. Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan AC arahkan selektor pada bagian AC. Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan DC maka arahkanlah selektor pada bagian DC. Jika kita belum mengetahui jenis tegangannya, supaya aman dalam pengukuran hendaknya arahkan selektor pada bagian AC (karena tegangan DC sebenarnya bagian dari tegangan AC).


IV.     Pengukuran arus dan tegangan DC dengan multimeter

1.    Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan.
2.    Sambungkan meter, yakinkan sambungan pada sisi yang benar. Meter Digital akan selamat pada penyambungan terbalik, tetapi meter analog mungkin menjadi rusak.
3.    Jika pembacaan melampaui skala : sesegera mungkin lepaskan dan pilih jangkah ukur yang lebih tinggi.
4.    Multimeter sangat mudah rusak oleh perlakuan sembrono mohon diperhatikan hal ini:
5.    Selalu melepas meter sebelum memindah jangkah ukur.
6.    Selalu periksa letak jangkah sebelum dihubungkan kerangkaian.
7.    Jangan membiarkan jangkah ukur pada pengukuran arus (kecuali saat pembacaan ukuran).
8.    Jangkah pengukur arus paling besar resiko kerusakannya karena berada pada resistansi rendah .

Cara mengukur tegangan :

Ø  Hubungkan hitam ujung (negatif -) ke 0V, normalnya terminal negatif batteray atau catu daya. merah ujung (positif +) titik dimana anda menginginkan mengukur tegangan.

Pembacaan skala analog :
Ø  Perhatikan penempatan sakelar jangkah ukur pilih skala yang sesuai. Untuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 10 atau 100 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. Untuk jangkah ukur teganagn AC gunakan tanda merah sebab calibrasi skala sedikit geser.

Contoh pembacaan skala ditunjukan pada:

Ø  Jangkah ukur DC 10V: 4.4V (baca langsung skala 0-10 )
Ø  Jangkah ukur DC 50V: 22V (baca langsung skala 0-50 )
Ø  Jangkah ukur DC 25mA : 11mA (baca 0-250 dan bagi dengan 10)
Ø  Jangkah ukur AC 10V : 4.45V (gunakan skala merah, baca 0-10)
Rumus :

 
VDC= Tegangan DC
BU = Batas Ukur
SM = Skala maksimum yang dipakai
JP = Jarum Penunjuk

 

Cara menghitung :
Misalnya Batas Ukur yang digunakan 10 VDC dengan Skala Maksimum 10 VDC dan jarum diatas menunjuk pada angka 4 lebih 2 kolom kecil masing-masing kolom kecil bernilai 0,2 karena antara angka 4 dan 5(tidak tertulis), terbagi jadi (5 kolom kecil) Sehingga JP=4,4
VDC = (BU/SM)JP
=(10/10)4,4
nilai terukur=4,4VDC

 V.     MENGUKUR TEGANGAN AC
Ø  Gunakan alas kaki kering terbuat dari bahan isolator sebagai pengaman minimal jika terjadi kejutan listrik. Ini perlu dilakukan bila dilakukan pengukuran tegangan AC yang dianggap besar. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah bisa memperkirakan berapa besar tegangan yang akan diukur, ini digunakan sebagai acuan menentukan Batas Ukur yang harus digunakan. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur
Ø   Contoh : untuk pengukuran tegangan PLN, diketahui jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan adalah 220 VAC, sehingga batas ukur yang harus digunakan adalah 250 atau 1000. Jika tidak diketahui nilai tegangan yang akan diukur, pilih batas ukur tertinggi.


Ø    Colokan probe merah pada terminal (+), dan probe hitam pada terminal (-) pada multimeter.
Ø   Menentukan Batas Ukur pengukuran. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250.
Ø    Dalam pengukuran tegangan AC posisi penempatan probe bisa bolak-balik.
Ø  Hubungkan kedua ujung probe (colokan) multimeter masing-masing pada dua kutub jalur tegangan PLN misalnya stop kontak.


Ø  Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan, karena akan menyebabkan korsleting.
Ø    Dari pengukuran tersebut diperoleh penunjukan jarum sebagai berikut.


Cara menentukan pembacaan hasil ukur, rumus yang digunakan tidak berbeda saat kita menghitung hasil ukur tegangan DC.
BU = Batas Ukur

SM = Skala maksimum yang dipakai

JP = Jarum Penunjuk

VAC = Tegangan terukur

Pada pengukuran kita di atas Batas Ukur yang digunakan adalah 250 Vc dan Skala Maksimum yang digunakan 250, serta penunjukan jarum pada angka 200 lebih 4 kolom kecil yang mana masing kolom bernilai 5 sehingga bila kita jumlah menunjuk angka 220. dari data tersebut maka diketahui BU=250, SM=250 dan JP=220.
sehingga tinggal kita masukan ke rumus diatas sbb:
Vac = (250/250) 220
Vac = 220

Untuk penerapan pengukuran yang lain kita lakukan hal yang sama misalnya output trafo step down yang merupakan tegangan AC. Untuk mengukurnya tentukan batas ukur terlebih dahulu dengan mengacu pekiraan nilai yang tertera pada trafo tersebut. Kemudian sentuhkan ujung probe multimeter ke masing-masing terminal outpu trafo yang akan diukur. Tentu saja terminal trafo primer trafo harus terhubung tengangan PLN.

Thursday, April 4, 2013

Pengertian dan Fungsi Magnetik Kontaktor (MC)




          Magnetik kontaktor adalah sakelar listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Prinsip kerjanya didalam magnetik kontaktor terdapat lilitan yang akan menjadi magnet bila di aliri listrik, magnet tersebut akan menarik kontak yang berada di dekatnya sehingga kontan yang semula terbuka (NO) akan menjadi tertutup sedangkan kontak yang awalnya tertutup (NC) akan menjadi terbuka. Magnetik kontaktor terdiri dari kontak utama dan kotak bantu. Kontak utama digunakan untuk sumber arus listrik sedangkan kontak bantu digunakan untuk rangkaian pengendali. Seandainya anda terbalik dalam memasang kedua kontak ini magnetik kontaktor tetap akan masih bisa bekerja namun akan ada masalah yang timbul karena kontak bantu hanya didesain untuk dilewati arus yang kecil sedangkan kontak utama didesain untuk dilewati arus besar. Apabila anda terbalik dalam pemasangan akan menyebabkan panas karena penghantar yang tidak mampu menghantarkan arus listrik yang besar.
          Penggunaan magnetik kontaktor biasanya digunakan untuk mengendalikan kerja motor 3 fasa, dengan magnetik kontaktor kita dapat memotong 3 sumber listrik R,S dan T sekaligus pada motor 3 fasa. Untuk melengkapi biasanya magnetik kontaktor akan dilengkapi dengan TOR (thermal overload relay) yang berfungsi mengamankan motor apa bila terjadi arus yang berlebihan. Sedangkan untuk mengamankan rangkaian magnetik kontaktor akan dilengkapi dengan MCB supaya lebih aman dari hubung singkat.


Fungsi magnetik kontaktor
          Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa magnetik kontaktor merupakan alat listrik berupa sakelar listrik yang berfungsi sebagai pengendali motor maupun komponen listrik lainnya. Dengan magnetik kontaktor komponen yang terpasang akan lebih mudah untuk dikendalikan dibanding menggunakan sakelar biasa.

Friday, March 1, 2013

Nilai Kode Warna Resistor


Resistor merupakan salah satu komponen elektronik yang berfungsi untuk menahan arus listrik, besar kecilnya kemampuan resistor untuk menahan arus listrik tergantung oleh kemampuan resistor itu sendiri. Satuan dari resistansi adalah ohm, berhubung resistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai resistan maka resistor juga menggunakan satuan ohm. Biasanya pada sebuah resistor (lihat pada gambar) akan memiliki beberapa gelang warna, nah gelang warna inilah yang dapat kita baca untuk mengetahui berapa daya resistansi yang dapat ditahan oleh resistor tersebut. Gelang warna yang terdapat dalam resistor sebenarnya merupakan kode dari nilai resistansi yang terkandung didalamnya, untuk dapat membacanya maka kita harus mengetahui kode tersebut. Berikut adalah kode warna pada resistor :




Friday, February 1, 2013

Pengertian dan Fungsi Dioda


Diode atau orang Indonesia kerap memanggilnya dengan dioda merupakan suatu komponen listrik maupun elektronika yang memiliki dua kaki elektroda. Dua kaki elektroda tersebut dinamakan anode (untuk kutub positif) dan katode (untuk kutub negatif). Fungsi dioda sangat beragam mulai dari sebagai penyearah arus yang biasa dipasang pada adaptor, sebagai penstabil tegangan, sebagai pelipat ganda besar tegangan, dan masih banyak lagi tergantung bagaimana kita merangkai dioda tersebut. Banyaknya fungsi dari dioda namun fungsi dioda yang paling sering kita jumpai adalah sebagai penyearah arus. Contoh penerapan dioda sebagai penyearah arus yakni pada charger HP, adaptor, radio, TV, komputer, dan semua beban listrik yang lain yang membutuhkan sumber arus searah. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai dioda.
Apakah pemasangan kaki dioda boleh terbalik? Jawabnya tergantung. Maksudnya jika anda memasang dioda secara terbalik dengan tujuan sebagai sakelar (dalam posisi off) maka boleh saja. Namun jika anda ingin dioda mampu mengalirkan arus listrik maka pemasangannya tidak boleh terbalik, karena jika anda memasangnya secara terbalik maka akan menyebabkan dioda tidak mengalirkan arus listrik dan berfungsi sebagai sakelar dalam posisi off.
Bagaimana cara mengetahui kaki anode (+) dan katode (-) dioda? Caranya mudah, anda hanya perlu memperhatikan tanda yang bergaris hitam pada dioda. kaki dioda yang dekat dengan garis berbentuk gelang seperti gelang resistor namun biasanya berwarna hitam adalah kaki katode atau kutup negatif.
Adakah cara yang lebih mudah untuk mengetahui kaki dioda? Ada, anda memerlukan multimeter. Dengan menggunakan multimeter anda arahkan sakelar pemilih pada posisi ohm meter, dan anda hubungkan kedua penghubung multimeter dengan dioda (anoda dan katoda) jika jarum multimeter tidak bergerak baliklah kedua kabel yang anda hubungkan ke dioda. Jika multimeter bergerak, kabel hitam multimeter menunjukkan kutub anoda (+) sedangkan yang merah menunjukkan katoda (-)

Tuesday, January 1, 2013

Pengertian dan Fungsi Kapasitor/kondensator


Kapasitor merupakan sebuah komponen elektronika. Kapasitor juga biasa dipanggil dengan kondensator, seperti halnya resistor kapasitor/kondensator juga termasuk kedalam komponen pasif. cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian adalah dengan cara mengalirkan arus listrik menuju kapasitor, apabila kapasitor sudah penuh terisi arus listrik maka kapasitor akan mengeluarkan muatannya dan kembali mengisi lagi begitu seterusnya.
Kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logam. Suatu kapasitor memiliki satuan yang berbeda dengan resistor dan dioda, satuan dari kapasitor adalah farad. Pada dasarnya fungsi dari kapasitor adalah sebagai pemerata arus pada adaptor dan juga sebagai pembangkit beda fasa pada pompa air satu fasa. Namun sebenarnya fungsi kapasitor jauh lebih luas lagi, yang sering digunakan dari kapasitor adalah seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya yakni sebagi pemerata arus dan pembangkit beda fasa. Selain fungsi tersebut kapasitor ternyata juga bisa difungsikan sebagai penyimpan muatan listrik sementara, kenapa sementara? Karena jika kapasitor sudah penuh terisi muatan arus listrik maka kapasior akan mengeluarkannya menuju ke beban.